Your Ad Here
Related Posts Widget for Blogs by LinkWithin

Myspace Calendars, Fun Calendars at WishAFriend.com
Blog Widget by LinkWithin

Friday, April 17, 2009

Menelaah Museum Palembang-Sumatera Selatan

Museum adalah lembaga, tempat penyimpanan, perawatan, pengamanan dan pemanfaatan bukti-bukti material hasil budaya manusia serta alam dan lingkungannya guna mennunjang upaya perlindungannya dan kelestarian kekayaan budaya bangsa. Demikian sepenggal pengertian tentang museum. Namun tahukah sobat bunda, dizaman globalisasi seperti sekarang ini museum telah menjadi salah satu objek paling langka bagi kunjungan wisata, terutama generasi muda. Arus perkembangan informatika seperti internet menjadi salah satu penyebab “mati surinya” museum. Ini tak lepas dari makin beragamnya jenis informasi yg bias diakses dari sebuah computer,hp atau media internet lainnya. Semoga generasi muda di masa dating dapat menyikapi globalisasi ini dengan positif sehingga museum sebagai alat pelestari budaya tidak dilupakan di masa dating.

Sumatera selatan memang tidak menawarkan banyak tempat rekreasi, namun jika dalam urusan wisata budaya, sumatera selatan masih tetap mampu mempertahankan eksistensinya. Salah satu diantaranya ialah Museum negeri sumatera selatan membawahi tiga museum balaputra dewa, museum monpera, dan museum TPKS.

Museum Balaputra Dewa

Museum Balaputra Dewa merupakan museum umum yangdibangun di atas tanah seluas 23.565m2. diresmikan oleh Direktur Jenderal Kebudayaan Prof. Dr. Haryati Soedibyo pada tanggal 5 Nopember 1984. Museum ini berlokasi di Jl. Sriwijaya No. 1 Km 5,5 No. 288 Palembang. Nama Balaputra Dewa dipakai sebagai nama museum ini, dengan tujuan untuk mengabadikan raja terbesar dari kerajaan Sriwijaya, yaitu Balaputra Dewa. Di tangan raja inilah Sriwijaya mengalami kejayaannya, sekitar abad IX M.

Museum Balaputra Dewa terhitung tahun 2002 memiliki 3673 buah koleksi yang terdiri dari 10 jenis kategori koleksi, : (01) Koleksi Geologika; (02) Biologika; (03) Etnografika; (04) Arkeologika; (05) Historika; (06) Numismatika/Heraldika; (07) Filologika; (08) Keramologi; Seni rupa; dan (10) Teknologi modern.

Berbagai jenis kategorisasi koleksi tersebut disajikan sesuai dengan alur cerita (Story line), seperti koleksi sejarah alam dan budaya di Gedung pameran Tetap I; Bangsal Arca (masa pra sejarah); Masa Sriwijaya kesultanan Palembang, kolonialisme, dan revolusi fisik di Gedung pameran Tetap II; SERTA Manusia dan Alam sekitarnya di Gedung pameran Tetap III. Selain itu, Museum Balaputra Dewa memiliki koleksi Rumah Limas dan Rumah Ulu.

Museum Monpera

Museum Monumen Perjuangan rakyat (Monpera) merupakan museum khusus yang dibangun di Jalan Merdeka, di samping jembatan Ampera, di dekat Suangai Musi. Museum ini dibangun untuk mengenang perjuangan rakyat Sumatera Selatan, khususnya ketika pecah pertempuran Lima Hari Lima Malam tanggal 1 Januari 1947. Diresmikan Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, H. Alamsyah Ratuprawira Negara pada tanggal 23 Februari 1988.

Museum ini mengoleksi berbagai peninggalan sejarah perjuangan rakyat Sumatera Selatan. Khususya di masa revolusi fisik 1945-1949, seperti meriam, senjata laras panjang, pistol, granat, mesiu, mesin ketik dan foto-foto pejuang serta mata uang yang berhubungan dengan masa perjuangan.
Museum TPKS

Museum Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya

Museum Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya merupakan museum khusus yang berlokasi di Taman Purbakala Sriwijaya, di kawasan Situs Karang Anyar. Museum ini diresmikan bersamaan dengan Taman Purba Kerajaan Sriwijaya oleh Presiden Soeharto pada tanggal 22 Desember 1994.

Museum ini didirikan dengan tujuan untuk menunjukkan peranan Kerajaan Sriwijaya sebagai kerjaan maritime dan pusat penyebaran agama Budha terbesar di Nusantara, yang meliputi kurun waktu abad ke- 13 M. berbagai koleksi di masa kejayaan Sriwijaya dapat kita lihat di Museum ini. Seprti prasati, arca Hindu dan Budha, arsitektur bangunan, kemudi kapal, keramik dan foto-foto penunjang. (maaf fotonya msh di scan)

- Arca Wisnu : Wisnu dalam agama Hindu dikenal sebagai Dewa pemelihara yang mempunyai kendaraan (Wahana) burung Garuda yang bernama Supra. Wisnu disebut sebagai Dewa Matahari.

- Arca Nandi : Salah satu arca pada masa Hindu, merupakan kendaraan (wahana) dari dewa Siwa yang dikenal sebagai dewa perusak. Arca Nandi tersebut memakai hiasan kalung.

- Piring Seladon : Keramik ini diperkirakan dari zaman dinasti Song pada XI-XII berbentuk melengkung dan berkaki. Dengan ragam hias dua ekor ikan dan sulur-suluran dan bagian permukaan berglasir hijau. Piring ini berfungsi Teknomik.

- Kakhas : Kakhas terbuat dari kulit kayu yang dibentuk meyerupai sebuah buku yang berisi naskah kuno. Ditulis dengan tangan menggunakan tinta hitam, beraksara Arab Melayu dan berbahasa Arab. Isi Kakhas ini berjumlah 12 halaman yang ditulis bolak-balik dan memuat tentang pendidikan agama Islam.

- Ponjen : Salah satu kerajinan tradisional Plaembang disebut Lak. Terbuat dari kayu pohon Lak dengan berbagai motif lukisan. Fungsinya sebagai kelengkapan upacara perkawinan.

Setiap pengunjung dapat masuk museum dengan membeli karcis, sesuai dengan jadwal kunjungan yang ada. Ga mahal kok harga karcisnya. Taun kemarin aja masih Rp. 1000,- cukup murah khan?murah tapi manfaatnya sangat tinggi.so,apa lagi yang ditunggu.kalo jalan-jalan ke Palembang jangan lupa mampir ke museum yang ada disana yach sobat bunda.bagus untuk pengetahuan anak-anak kita lho..

Comments :

0 komentar to “Menelaah Museum Palembang-Sumatera Selatan”

Post a Comment

comment here..

visitor counter


 

Copyright © 2009 by FREE 2 BE