Your Ad Here
Related Posts Widget for Blogs by LinkWithin

Myspace Calendars, Fun Calendars at WishAFriend.com
Blog Widget by LinkWithin

Tuesday, June 30, 2009

Kemenangan Rossi yang ke-100 : review yang tertunda

sesi KE-7 MotoGP 2009 yang digelar di Sirkuit ASSEN (Belanda) berakhir dengan hasil yang sangat memuaskan bagi ROssi. Bagaimana tidak, dengan berada di posisi pertama di akhir race, mengukuhkan Rossi sebagai Pembalap dengan poin tertinggi dengan 3X menang di atas Jorge Lorenzo dan Casey Stoner, juga sekaligus merupakan kemenangan yang ke-100.

Momen ini sudah lama dinantikan dari awal MotoGP 2009 digelar,tidak hanya bagi Rossi, tetapi juga bagi para fans fanatiknya yang sudah mennyiapkan segala bentuk penyambutan baginya dengan membawa spanduk kemenangan Rossi dari awal karirny..
Medan Race ASSEN yang terkenal dengan tikungannya yang tajam dan hampir sepanjang lap merupakan track yang tidak lurus tidak membuat Rossi gentar. Justruini merupakan salah satu keuntungan bagi Rossi yang memang terkenal ahli di track berliku. Berada di posisi start pertama juga menambah dewi fortuna bagi Rossi dalam memuluskan kemenangannya.
Namun berbanding terbalik dengan Rossi, Dani Pedrossa yang berada di Pole ke-2 setelah Rossi justru berakhir tragis di 1/4 race. Memasuki lap ke-4 Pedrossa terjatuh dan menghentikan aksinya dikarenakan medan ASSEN yang berliku.
Beda halnya dengan Jorge Lorenzo,di sirkuit ASSEN, Lorenzo tak juga gentar bertarung kembali dengan Rossi untuk posisi pertama. Meski tidak semenarik pertarungan dengan Rossi di Catalunya, sesi sebelumnya, namun para penonton tetap dipuaskan dengan penampilan terbaiknya. ( Di beberapa media, Rossi mengatakan bahwa pertarungan di Catalunya kemarin merupakan pertarungan terbaik dan terhebat sepanjang karirnya). Sedangkan Stoner yan berada di posisi ke-4 di belakang Lorenzo di awal start, juga hanya mampu meraih posisi ke-3, diikuti oleh Edwards dan Vermeulan di Posisi 4 dan 5. Meski begitu, pertarungan di posisi 4 dan 5 besar inilah yang mampu menarik penonton dikarenakan kerap terjadinya pergantian posisi di antara para rider.
Nasib sial juga dialami oleh Andrea Dovizioso. Dovizioso terjatuh beberapa lap setelah sebelumnya Pedrossa jatuh yaitu GAP 16 lap menuju akhir race. Ini tentu menjadi duka tersendiri bagi Team Repsol Honda. Sedangkan nasib tertragis dialami Mika Kallio justru di saat lap terakhir. beberapa menit sebelum garis finish, Kallio terjatuh. Padahal di sepanjang race, ia telah bertarung hebat dengan para rider di depannya seperti Colin Edwards dan Chris Vermeulan. Semoga ini menjadi catatan penting dan bahan perenungan bagi rider lainnya agar tidak terjadi hal yang serupa di sirkuit berikutnya, Laguna Seca (USA).

Sunday, June 14, 2009

Kebangkitan Rossi di Catalunya..

Perfecto 4 Rossi.. Akhrny kemenangan ke-99 mampu diraihnya di Catalunya. Meski Rossi berada di pole ke dua setelah Lorenzo, namun kemenangannya kali ini bukan diraihnya dengan mudah.. terlebih pada pertengahan lap, saat ia berhasil di urutan ke-2, Lorenzo dengan sekejap mata berhasil melampauinya..balapan semakin seru ketika beberapa kali setelahnya Rossi tak jua mampu mengambil alih posisi pertamanya.. baru pada 3 lap terakhir Rossi berhasil menempatkan dirinya di posisi terdepan hingga akhir pertandingan.

sedangkan bagi Lorenzo, balapan kali ini tak menyurutkan langkahnya untuk mengejar gelar juara dunia MotoGP tahun ini. Usaha keras dan dedikasinya selama MotoGp 2009 berlangsung cukup membuatnya tidak di- underestimate oleh pemerhati MotoGP.. Dengan posisi keduanya di akhir race Catalunya, Lorenzo sudah membuat skor akhirnya berada tidak jauh dari Rossi.

Lalu bagaimana dengan Stoner? kali ini dia harus puas hanya dengan posisi ke-3nya di Catalunya. Tapi bukan berarti Stoner tidak patut diperhitungkan. Hal ini dapat dibuktikan dibeberapa lap tengah dimana Stoner nyaris melampaui Rossi dan Lorenzo.

Di posisi ke empat ada Andrea Dovizioso. Tidak banyak memang perubahan posisi yag ditempuh olehya dari start race. start di posisi 4 dan tetap berada di posisi tersebut hingga akhir pertandingan juga membuktikan bahwa dia dapat konsisten melajukan kecepatan motornya. mungkin ini dikarenakan dia hendak sekedar "mengamankan" posisinya di urutan 5 besar.

Nah, yang menduduki posisi 5 ini juga cukup menarik. betapa tidak, dari posisi 11 di qualifikasi, akhirnya Loris Capirossi mampu meraih posisi lima di akhir race. Usaha ini tentu bukan sesuatu yang biasa, terlebih rider yang dilewati juga sekelas Toni Elias, Colin Edward dan Dani Pedrossa. Posisi ini juga sekaligus meletakkan posisinya langsung di bawah Davizioso.

visitor counter


Followers

Join Here...

Message Room


ShoutMix chat widget

Order Online

 

Copyright © 2009 by FREE 2 BE