Your Ad Here
Related Posts Widget for Blogs by LinkWithin

Myspace Calendars, Fun Calendars at WishAFriend.com
Blog Widget by LinkWithin

Tuesday, March 24, 2009

bermain air liur, sebaiknya dilarang atau dibiarkan?

Bagi para sobat bunda yang baru memiliki bayi kurang dari 1 tahun, pasti memiliki problema yang sama. salah satunya ialah saat bayi anda bermain air liurnya. sepertinya terkesan jorok bukan?tapi bukan berarti harus dilarang lho.knp?simak artikel berikut.

inilah salah satu permainan klasik yang disukai bayi : bermain air liur. permainan dilakukan di usia 2-3 bulan atau kira-kira setelah bayi mampu mengeluarkan bunyi "ooo", "uuu", "aaa". Bayi sering memainkan air liur karena masih primitifnya koordinasi otot mulut bayi dan belum adanya gigi. Akibatnya, air liur mudah keluar begitu saja dari mulut bayi. Nah, saat bayi bersuara, secara tak sengaja keluarlah air liur dari mulutnya. “eh, ada apa ini?” begitulah kira-kira awal ketertarikan bayi pada air liur yang sejak itu menemukan keasikan baru. Ia merasakan sensasi yang membuatnya ingin terus mengulang mengeluarkan air liurnya.

Selanjutnya, di usiaa 4 bulan, bayi mulai mampu mengontrol otot-otot di mulutnya. Karena kemampuan control inilah bayi mengeksplorasi air lir dengan cara lain. Yang tadin ya hanya mengalir begitu saja di bibir, sekarang air liur ini bisa disembur-semburnya. Sekali bisa, dia akan lebih sering melakukannya.

Selesai?ternyata belum. Bayi punya trik permainan lain. Kemungkinan ia tidak lagi menyembur ludah, tapi selanjutnya membuat buih-buih yang terdiri atas gelembung-gelembung air liurnya. Ada juga bayi yang memainkan ludah dengan memasukkan jari-jemari ke mulut. Perbuatan ini memancing lebih banyak produksi air liur. Bibir, jari, dan mulutnya menjadi basah dan licin. Senanglah si kecil mendapati hal itu. Karena senang, jangan heran kalau si kecil akan terus mengulangi. Selain itu, ayah dan ibu juga perlu tahu, intensitas memainkan air liur biasanya bertambvah menjelang kemunculan gigi susu. Hal ini merupakan mekanisme alami untuk mengatasi rasa tak nyaman ketika gusi terdesak oleh gigi yang akan keluar.

Dari satu kali pengalaman yang diperoleh bayi secara tak sengaja, ternyata ia mendapatkan pengalaman yang mengasyikkan. Ada sesuatu yang menyembur dari mulutnya dan percikan ludah itu mengenai bagian mukanya yang lain. Lalu ia pun belajar dengan cara mengulangnya lagi. Ah, ternyata mengasyikkan. Kemudian, ia melakukannya lagi dan lagi. Bahkan dalam bentuk permainan yang lain. Berarti akalnya sudah berkembang, ia melihat ada hubbungan sebab akibat dari apa yang dilakukan dengan ludah yang menyembur – nyembur keluar, juga respon orang lain yang ada di dekatnya.

Bermain air liur dipercaya merupakan cara bayi melatih organ-orhgan mulut yang dibutuhkan untuk kesiapan berbicara, mengunyah, dan menelan. Itu berarti bayi memiliki kemajuan dan bertambah pntar.

Banyaknya produksi air liur juga bisa menjadi indikasi bahwa si bayi cukup cairan. Jangan lupa, air liur adalah salah satu benteng pertahanan tubuh karena fungsinya membasmikuman di dalam rongga mulut sebelum masuk ke dalam tubuh. Dengan adanya air liur, mulut bagian dalam tak mudah terluka, kerongkongan terasa nyaman, gigi dan gusi terlindungi, serta mencegah bau mulut. Pada bayi fungsinya bahkan lebih spesifik, yaitu membantunya selama proses menyusu. Jika tak ada air liur, gusi bayi akan luka akibat gesekan ketika menetek putting ibunya.

Namun, mungkin saja produksi air liur yang keleat banyak-sampai tetesannya membasahi pakaian si kecil- menjadi pertanda adanya masalah di rongga mulut. Abtara lain, radang akibat infeksi jamur berupa sariawan. Bila hal ini yang terjadi, disarankan untuk segera membawa bayi ke ahli medis terdekat.

Intinya orangtua tak perlu melarang bayi memainkan air liurnya.tak dipungkiri bahwa sebagian orangtua yang belum tahu manfaatnya cenderung melarang karena dianggap bermain ludah memang menimbulkan kesan jorok. Jadilah air liur yang menetes lantas buru-buru dihapus sebelum dimainkan si kecil. Apalagi sampai saat ini masih beredar mitos, bahwa penyebab kebiasaan ngiler atau mengeluarkan ludah pada bayi disebabkan ada keinginan ibu yang tak kesampaian di masa hamil. Padahal ini Cuma mitos. Sekali lagi, bukankah air liur justru banyak manfaatnya?

Orangtua sebaiknya bertindak lebih arif. Sekalipun bermain air lur terlihat jorok, perilaku tersebut wajar terjadi pada bayi dan yakinlah hal itu tidak akan selamanya dilakukan si kecil karena akan berhenti sendiri. Sobat bunda cukup menjaga kebersihannya saja. Di waktu mandi, bersihkan gusi dan lidah bayi dengan kain kasa steril yang sudah dibasahi air matang. Gosoklah dengan lembut. Proses ini juga membantu merangsang pertumbuhan gigi dan menghilangkan rasa gatal di gusi. Sikat bayi yang lembut juga dapat dipakai sebagai alternative lainnya. Selain itu, gunakan kain tadah yang dikalungkan di leher jika air liur si kecil sampai menetes dan membasahi bajunya. Gantilah tadah liur atau bajunya setiap kali basah. Nah, tidak sulit kan?

2 comments:

  1. Wah, gitu ya...
    Tapi susah banget buat membiarkan si bayi tetep mainan ludah. OK lah, terpaksa sering2 ganti baju deh :)

    ReplyDelete
  2. Wah....baru tahu saya. artikel yg bermanfaat, smoga bisa menambah pengetahuan dan wawasan saya. trimakasih...

    ReplyDelete

comment here..

visitor counter


 

Copyright © 2009 by FREE 2 BE