Your Ad Here
Related Posts Widget for Blogs by LinkWithin

Myspace Calendars, Fun Calendars at WishAFriend.com
Blog Widget by LinkWithin

Saturday, March 7, 2009

All about childhood vaccination


V a k s i n a s i

Tentang vaksinasi
Vaksinasi berisi kuman / bagian kuman yang dilemahkan atau dimatikan : ketika diberikan ke tubuh kita akan mengaktifkan sistem kekebalan tubuh untuk menghasilkan antibodi. Vaksinasi / imunisasi membantu sistem kekebalan tubuh seorang anak untuk bekerja, sehingga anak tersebut mendapatkan perlindungan dari suatu infeksi tanpa harus menderita sakit terlebih dahulu. vaksin bisa diberikan melalui injeksi / suntikan ataupun oral.

Pentingnya vaksinasi di masa anak - anak

Kekebalan yang didapat dari ibu hanya bertahan 1 bulan sampai 1 tahun; dan tidak bisa memberikan perlindungan terhadap beberapa penyakit seperti pertusis ( yang dapat dicegah dengan vaksinasi ). beberapa penyakit berdampak lebih serius atupun lebih sering dijumpai pada bayi maupun balita. sebagai contoh bayi <>kit yang bisa dicegah dengan vaksin juga berdampak terhadap biaya, biaya pengobatan, biaya rawat di Rumah Sakit bahkan hingga kematian dini. Orangtua juga kehilangan waktu kerja jika anak sakit.

Difteri Pertusis Tetanus ( DPT )

Difteri disebabkan oleh bakteri, mudah menular melalui batuk atau bersin. Jika tidak didiagnosa dan ditangani dengan benar dapat menimbulkan komplikasi serius dari racun yang dihasilkan bakteri. Angka kematian karena Difteri 1 dari 10 orang. Pertusis Pertusis ( batuk rejan ) adalah penyakit yang sangat menular. Penularan melalui kontak personal, batuk atau bersin. Pertusis berdampak paling berat pada anak <>cun yang dapat menimbulkan konstraksi otot yang menyakitkan dan berakibat komplikasi serius dan kematian. VAKSINASI DPT 5 kali vaksinasi untuk perlindungan optimal - Dosis ke – 1 : usia 2 Bulan - Dosis ke – 2 : usia 4 Bulan - Dosis ke – 3 : usia 6 Bulan - Dosis ke – 4 : usia 18 Bulan - Dosis ke – 5 : usia 5 Tahun Note : Kini telah tersedia Vaksin DPaT dengan komponen Pertusis Aselular; Vaksin DPaT memberikan efektifitas yang sama dibandingkan DPwT dengan dampak demam yang lebih minimal.

Haemophilus I
nfluenzae Type B ( Hib )

Hib merupakan penyakit karena bakteri, menular melalui udara. Hib dapat menyebabkan komplikasi serius seperti Meningitis ( Radang Selaput Otak ) dan Pneumonia ( Radang Paru ). 33 % kasus Meningitis di Indonesia desebabkan karena bakteri Hib. 60 % dari penyakit serius karena infeksi Hib terjadi pada anak <> terpisah. Lebih sedikit jumlah suntikan untuk bayi anda, yang berarti berkurangnya trauma. Tanyakan ke Dokter anak anda tentang vaksin kombinasi ini.

Hepatitis B

Hepatitis B adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Hepatitis B yang berakibat pada hati. “ Hepatitis B ditularkan melalui darah atau cairan orang lain yang terinfeksi. Penularan utama adalah dari ibu ke anak saat melahirkan ( Perinatal ), penularan dari anak ke anak, dari injeksi dan transfuse yang tidak aman..Prevalensi utama Hepatitis B kronis di Indonesia dikategorikan tinggi. Seorang anak yang terinfeksi Hepatitis B kemungkinan besar berkembang menjadi Hepatitis B kronis. Satu dari 4 orang bayi yang terkena Hepatis B meninggal karena Sirosis ataupun Kanker hati. Vaksinasi Hepatitis B 3 kali vaksinasi untuk perlindungan. - Dosis ke – 1 : saat lahir - Dosis ke – 2 : usia 1 Bulan - Dosis ke – 3 : usia 3-6 Bulan Note : Telah tersedia vaksin kombinasi Hepatits A & B. Jika anak anda belum mendapatkan kedua vaksinasi tersebut pada usia yang ke – 2 Tahun. - Untuk anak usia 2 – 15 Tahun : 2 dosis; dosis kedua diberikan 6 bulan sesudah dosis pertama. - Anak usia 16 tahun ke ataas : 3 dosis dengan dosis kedua diberikan 1 bulan sesudah dosis pertama, dan dosis ketiga diberikan 6 bulan sesudah dosis pertama.


Hepatitis A Hepatitis A adalah penyakit hati yang disebabkan oleh virus Hepatitis A. Penyebaran melalui kontak personal atau melalui makanan/minuman yang terkontaminasi. Hepatitis A tidak menyebabkan kesakitan dalam jangka waktu lama atau kerusakan hati seperti Hepatitis B, tapi Hepatitis A dapat menjadi ganas & menyebabkan kematian. Anak dibawah 6 tahun yang terinfeksi Hepatitis A sering tidak menunjukkan gejala sakit. Tetapi untuk anak yang lebih tua, gejala – gejala Hepatitis A dapat muncul cepat seprti panas, kurang nafsu makan, kelelahan, sakit perut, muntah, air kencing keruh dan kekuningan pada kulit/mata. “ Masa penyembuhan Hepatitis dapat berlangsung 4 – 6 bulan.” Note : Vaksinasi Hepatitis A 2 kali vaksinasi untuk perlindungan optimal. - dosis ke – 1 : mulai usia 2 tahun - Dosis ke – 2 : 6 bulan sesudah dosis pertama.

Demam Tifoid ( Tifus )

Demam Tifoid adalah penyakit berbahaya yang merupakan infeksi akut di saluran cerna disebabkan oleh bakteri yang dapat menyebabkan kematian. Penyebarannya melalui makanan dan air yang terkontaminasi. Gejala – gejala meliputi panas berkepanjangan ( 39 – 40 derajat celcius ), nyeri perut, pusing, hilang nafsu makan. Komplikasi yang paling ditakuti dari demam Typhoid adlah Perforasi ( pelubangan ) & pendarahan di usus. Di Indonesia khususnya pada demam tifus yang serius sering dijumpai disfungsi cerebral, koma dan shock.” Meskipun demam tifoid dapat disembuhkan dengan antibiotic, resistensi terhadap antibiotic generasi pertama telah banyak dijumpai.” Vaksinasi demam Tifoid - diberikan mulai usia 2 tahun - vaksinasi perlu diulang setiap 3 tahun


Varicella ( cacar air ) Cacar air ( Varicella / chicken pox ) Varicella atau cacar air merupakan penyakit yang banyak dijumpai pada anak – anak. Disebabkan oleh virus, menyebar melalui udara atau kontak dengan cairan yang keluar dari gelembung kecil. Cacar air sangat menular. Komplikasi cacar air berupa infeksi kulit dan pada beberapa anak dapat terjadi infeksi di otak. Cacar air dapat muncul kembali dan menjadi zoster ( kemerahan pada kulit disertai rasa sakit ).” Cacar air juga menyebabkan masalah bagi keluarga karena anak yang sakit tidak bisa masuk sekolah dan orang tua mungkin harus ijin kerja untuk menjaga anak yang sakit.” Note : Vaksinasi Cacar Air - anak usia 1 – 13 tahun : 1 kali - Anak usia >13 tahun : 2 kali, dosis yang kedua diberikan 4 – 8 minggu sesudah dosis pertama.

Polio


Polio disebabkan oleh virus, menyebar melalui tinja dari orang yang terinfeksi. Beberapa anak yang terkena polio dapat menjadi lumpuh layuh.” Note : Vaksinasi Polio Ada 2 macam vaksin polio : Vaksin Polio Inactived ( IPV ) dan Vaksin Polio Oral ( OPV ) Jadwal vaksinasi Polio ( OPV/ IPV ) : - Dosis 1 ( polio – 0 ) : saat lahir / bayi akan dipulangkan dari RS - - Dosis 2 ( polio – 1 ) : usia 2 bulan - - Dosis 3 ( polio – 2 ) : usia 4 bulan - - Dosis 4 ( polio – 3 ) : usia 6 bulan - - Dosis 5 ( polio – 4 ) : usia 18 bulan - - Dosis 6 ( polio – 5 ) : usia 5 tahun

Bacille Calmette Guerin

Vaksin BCG ( Bacille Calmette Guerin ) dapat menurunkan resiko Tuberkulosis berat seperti Meningitis Tuberkulosa.
Note : BCG sebaiknya diberikan pada bayi umur ≤ 2 bulan

Measles Mumps Rubella


Measles / Campak disebabkan oleh virus dan menyebar dengan mudah. Pada kebanyakan anak menyebabkan kemerahan kulit dan demam, dan dapat menyebabkan komplikasi seperti infeksi telinga atau Pneumonia ( Radang Paru ).


Mumps / Gondong disebabkan oleh virus, penyebaran melalui udara. Mumps / Gondong biasanya penyakit ringan tetapi dapat memberikan dampak serius seperti Meningitis, Enchephalitis. “


Rubella / campak Jerman, disebabkan oleh virus Rubella. Ditularkan melalui kontak personal seperti batuk atau bersin. Pada anak, Rubella biasanya penyakit ringan dan dapat sembuh total dengan cepat. Yang paling berbahaya dari infeksi Rubella adalah pada wanita hamil. Jika seorang wanita terkena Rubella pada usia awal kehamilan, resikonya bayi akan dilahirkan cacat.”


Vaksinasi Campak
- Diberikan pada bayi usia 9 bulan - - Vaksin campak ke – 2 diberikan pada usia 6 tahun. Apabila telah mendapat vaksin MMR pada usia 15 – 18 bulan, vaksin campak ke – 2 tidak perlu diberikan. - Vaksinasi MMR - - Dosis 1 : usia 12 – 18 bulan

Tanya Jawab seputar vaksin


Mengapa vaksin diberikan pada usia dini?
Vaksin perlu diberikan pada usia dini karena di usia dini penyakit – penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin – vaksin tersebut menyerang. Beberapa penyakit memberikan dampak yang lebih serius atau lebih sering terjadi pada bayi atau balita. Sebagai contoh, hamper 60 % dari penyakit serius karena infeksi Haemophilus Influenzae tipe B ( Hib ) terjadi pada anak di bawah 12 bulan.

Mengapa anak – anak memerlukan banyak vaksin?
Telah dijumpai sedikitnya 12 penyakit berbahaya yang dapat dilindungi dengan vaksin : Hepatitis B, Difteri Tetanus, Pertusis, Polio, Haemophilus Influenzae type B ( Hib ), Hepatitis A, Typhoid, Measles / Campak, Mmumps / Gondong, Rubella, Varicella. Beberapa penyakit cukup dengan satu suntikan dan yang lainnya membutuhkan beberapa suntikan untuk memberikan perlindungan terbaik. Beberapa vaksin kombinasi telah tersedia seperti DPaT + Hib dimana beberapa vaksin digabungkan dalam satu suntikan.

Apakah vaksin aman?
Vaksin sangat aman, namun seperti halnya semua obat, kadang – kadang dapat menimbulkan beberapa reaksi. Reaksi yang timbul biasanya ringan seperti bengkak ringan atau demam ringan. Reaksi serius jarang terjadi. Dokter anda dapat mendiskusikan dengan anda sebelum vaksinasi. Penting untuk diingat, bahwa terkena penyakit ( yang dapat dicegah dengan vaksinasi ) jauh lebih berbahaya dibandingkan vaksin.

Mengapa perlu vaksin kombinasi?
Kombinasi vaksin adalah gabungan beberapa vaksin dalam satu suntikan. Beberapa kombinasi yang sudah digunakan contohnya adalah DPaT + Hib, MMR, Hepatitis A + Hepatitis B dan masih banyak lagi. Dengan kombinasi vaksin, seorang anak akan mendapatkan beberapa vaksin dengan satu suntikan, tidak perlu beberapa kali suntikan. Sehingga mengurangi trauma bagi anak anda, dan lebih nyaman baik bagi anak – anak maupun orangtua.

Bagaimana jika jadwal vaksinasi terlewati? Jika jadwal vaksinasi anak anda terlewati, tidak pernah ada kata terlambat. Vaksinasi dapat diberikan segera dan tidak perlu mengulang dari awal. Vaksinasi yang telah diberikan tetap dihitung dan anak anda tetap mendapatkan kekebalan. Hubungi dokter anda yang akan siap membantu untuk melengkapi vaksinasi anak anda. Penting diingat untuk selalu mengikuti jadwal yang direkomendasikan untuk mendapatkan perlindungan penuh & optimal dari penyakit.

Jika anak saya terkena batuk pilek, bolehkah divaksinasi? Batuk pilek ringan tanpa demam boleh divaksinasi, kecuali bayi sangat rewel vaksinasi dapat ditunda 1-2 minggu kemudian.

Jika bayi mendapatkan ASI apakah masih memerlukan vaksinasi?
Bayi anda masih perlu mendapatkan vaksinasi. ASI tidak dapat mencegah penyakit yang dapat dicegah dengan vaksinasi. Tidak seperti vaksin, ASI tidak dapat menstimulasi system imunitas bayi untuk menghasilkan antibody / kekebalan yang diperlukan untuk melawan penyakit – penyakit tertentu…

Tips – tips buat ibu


1.
Bawalah selalu buku / kartu vaksinasi anak anda pada setiap kunjungan.
2. Pastikan anak anda diperiksa terlebih dahulu oleh dokter sebelum divaksin.
3.
Informasikan / ingatkan dokter jika anak anda pernah mendapatkan reaksi alergi serius atau efek samping yang serius pada vaksinasi sebelumnya.
4. Sesudah vaksinasi, pastikan dokter / perawat mencatat / memperbaharui kartu vaksinasi anak anda
5.
Sesudah vaksinasi perhatikan dan amati anak anda. Hubungi dokter jika anda melihat ada reaksi – reaksi lain di luar keterangan dari dokter anda. Vaksin tertentu seperti MMR efek sampingnya baru muncul 1 – 2 minggu sesudah vaksinasi.

Comments :

0 komentar to “All about childhood vaccination”

Post a Comment

comment here..

visitor counter


 

Copyright © 2009 by FREE 2 BE